Mengidentifikasi Morfem Bermakna Bebas

29 Maret 2012



Ciputat, 27 Maret 2012 Tulisan ini dibuat untuk bahan presentasi mata kuliah Morphology di jurusan saya.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اللهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِى بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ الأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ أَبَدًا أَبَدَا
             
Selanjutnya, kita akan mencoba mengidentifikasi morfem yang mempunyai arti atau makna bebas. Maksudnya, ia secara bebas membentuk suatu kata baru yang mempunyai arti baru. Dalam hal ini kita akan mengidentifikasi proses pembentukan suatu kata melalui proses morfologisnya.
           Menurut Kentjono dijelaskan bahwa morfem dapat dikenal dari pemunculannya yang berulang. Dalam praktik, morfem ditemukan dengan jalan memperbandingkan satuan-satuan yang mengandung kesamaan dan pertentangan, yakni dalam bentuk fonologis dan dalam bentuk makna (semantis). (Kentjono: 2009:143).
Sebagaimana kita ketahui, dalam suatu kata ada yang mempunyai satu morfem atau monomorfemik dan lebih dari satu morfem atau polimorfemik. Dan morfem juga dibedakan menjadi dua, yaitu morfem bebas (free morpheme)dan morfem terikat (bound morpheme).
       Dalam mengidentifikasinya, kita harus perhatikan kaitannya dengan bentuk fonologis, secara makna maupun secara leksikal. Suatu awalan atau prefix [re-] dalam bahasa Inggris dapat ditambahkan pada kata kerja (verb) secara bebas, prefiks [re-] sendiri berarti ‘again’, seperti pada kata rewrite, reread, repaint, revisit. Prefiks tersebut mempunyai pengucapan seperti kata see, atau secara fonetik bisa ditulis seperti [ri]. Atau kita temukan kata lain dengan menurunkan bunyi huruf vokalnya [rɪ] atau [rɚ] seperti kata revise, return, restore, revive, dan reverse. Dari kata-kata tersebut tentu mempunyai arti sendiri seperti revise berarti mengoreksi lagi atau merevisi, return berarti mengembalikan, restore berarti membalikkan ke bentuk semula, revive berarti menghidupkan lagi, dan reverse berarti mengubah sesuatu. [rɪ] dan [rɚ] itu disebut alomorf dari morfem yang sama yakni [re-]. (Carstairs-McCarthy: 2002: 24)
          Bentuk-bentuk fonologis sebuah morfem dapat dipandang sebagai anggota atau wakil morfem tersebut. Karena bentuk morfem sendiri masih abstrak, maka alomorf (allomorph) mencoba mewujudkannya secara konkrit dalam bentuk fonologisnya.
         Akan tetapi, bagaimana jika kita menemukan suatu kata yang mempunyai morfem dan akar kata (root) yang sama tapi berbeda makna, seperti kata restore dan return berbeda dengan kata re-store ‘store again’ dan re-turn ‘turn again’.
Contohnya :
I turn the steaks on the barbecue a minute ago, but I’ll re-turn them soon. (Saya membalikan daging stik satu menit yang lalu, tapi saya akan membalikkannya lagi segera).
Mari kita bedah kedua kata tersebut: 
  • Kata return dan restore, kedua kata ini mempunyai satu leksem (lexeme) dan dua morfem, terdiri dari prefiks (tapi tidak mempunyai arti) yang ditambah akar kata (root) dan mempunyai makna baru. Jika kata return dan restore kedudukannya mempunyai dua morfem (morphems) maka kata tersebut akan terdiri dari prefiks [re-] yang arinya 'lagi' dan, turn artinya 'membalikkan', dan store artinya 'warung' atau 'menyimpan'. Akan tetapi, dilihat secara semantis dan leksikal, kata tersebut mempunyai makna sendiri, return artinya 'mengembalikan', 'datang lagi' dan restore artinya 'memperbaiki', 'mengembalikan ke bentuk semula', dan itu berbeda dari kata re-turn (membalikkan lagi) dan re-store (menyimpan lagi, berdagang lagi). Jadi, sebenarnya kata return dan restore bersifat monomorfemis.
  • Kata re-turn dan re-store. Kedua kata ini mempunyai dua leksem, dua morfem dan bersifat polimorfemis, proses afiksasi di dalamnya berupa prefiks [re-] yang berarti ‘again’ dan akar kata (root). Berbeda dengan return dan restore, kata re-turn dan re-store mempunyai makna atau arti akar kata yang sama, turn artinya membalikkan, dan re-turn artinya membalikkan lagi.
     Kita bisa mengambil contoh-contoh kata yang lain dalam bahasa Inggris seperti refer, reduce, revoke, reserve, relate, remit, revolve. Dari semua kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai prefiks [re-] karena jika kita pisahkan akar katanya (root) misalnya kata duce tidak ada dalam kamus bahasa Inggris, sehingga jika digabungkan akan membentuk kata reduce yang mempunyai satu morfem dan makna yang sendiri. Kata-kata tersebut tampak seperti prefix-root structure (akar kata yang menjadi morfem terikat). Contoh kata yang lain seperti surpass, surface, superimpose, supervise. (Carstairs-McCarthy: 2002: 24-25)


Kata-kata yang lain bisa kita temukan sebagai berikut:
Refer
Menyerahkan, menunjuk/kan
Reduce
Mengurangi, menurunkan
Revoke
Mencabut
Reserve
Menyediakan, memesan
Relate
Berhubungan, menghubungkan
Remit
Mengirimkan, membatalkan
Revolve
Memutar, berputar
Prefer
Lebih suka
Preserve
Mempertahankan, memelihara
Pretend
Berpura-pura, menganggap diri
Confer
Menganugerahkan, berunding
Conduce
Menimbulkan
Convoke
Memanggil, mengadakan pertemuan
Conserve
Mengawetkan
Collate
Menyatukan
Commit
Menjalankan
Contend
Berpendapat, melawan
Defer
Menunda
Deduce
Menarik kesimpulan
Deserve
Sepantasnya
Devolve
Memindahkan
Transfer
Memindahkan, menyerahkan
Translate
Menerjemahkan
Transmit
Mengirimkan, menyebarkan
Infer
Menduga, mengambil kesimpulan
Induce
Membujuk
Invoke
Melibatkan
Intend
Bermaksud
Involve
Melibatkan, terlibat

          Kata-kata di atas termasuk ke dalam monomorfemik yang bisa diidentifikasi yang terdapat dalam bahasa Inggris modern. Silabel -duce juga dapat mengalami perubahan menjadi –duct, seperti reduction, conduction. Dan itu termasuk ke dalam bentuk kata benda atau noun.
            Jika kita cari di kamus, kata-kata tersebut sudah menjadi satu leksem, misalnya kita ambil contoh kata Involve. [In-] di situ seolah posisinya menjadi prefiks, dan jika akar katanya (root) itu [-volve], maka kita tidak akan menemukannya di dalam kamus. Karena kata Involve sudah bisa berdiri sendiri dan mempunyai arti secara bebas. 
            Jadi, yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi suatu morfem adalah dengan melihat kaitannya secara makna dan secara leksikal. 

Sumber Bacaan: 
Kridalaksana, Harimurti. 2009. Pesona Bahasa ; Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Carstairs-McCarthy, Andrew. 2002. An Introduction to English Morphology; Words and Their Structure. Edinburgh: Edinburgh University Press

0 komentar:

Poskan Komentar

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejaknya dengan komentar.
Komentar berbau SARA akan diedit atau bahkan dihapus.
Indonesia damai itu Indah. Salam blogger. :D

  © 2014 blog herryflawless retorika sederhana herryflawless template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP